Industrimedia buku di Indonesia sendiri mulai memudar seiring dengan hadirnya media online yang memberikan kepraktisan kepada pembacanya dengan search engine seperti google. Tanpa harus membawa berbagai buku atau mengeluarkan banyak uang untuk membeli buku, dengan internet kita bisa mencari segala informasi yang kita perlukan dengan sangat Bukubuku Ahmadun yang telah terbit adalah Sang Matahari (puisi, Nusa Indah, Ende, 1984), Sajak Penari (puisi, Masyarakat Poetika Indonesia, Yogyakarta, 1991), Fragmen-Fragmen Kekalahan (puisi, Penerbit Angkasa, Bandung, 1996), Sembahyang Rumputan (puisi, Yayasan Bentang Budaya, Yogyakarta, 1996), Sebelum Tertawa Dilarang (cerpen, Balai Pustaka Urutannilainya adalah 389, 386, dan 368. Secara berturut-turut hasil kebersihan kelas SMP Harapan tahun 2009 yaitu Kelas VII A mendapat juara pertama, kelas IX C juara kedua, dan kelas VIII B juara ketiga. Dengan jumlah perolehan nilai 386, 389, dan 368. Selama lomba kebersihan kelas SMP Harapan tahun 2009 dapat dilaporkan sebagai berikut. Lamutadalah salah satu Sastra Banjar atau dikatakan juga cerita bertutur yang dikhawatirkan suatu saat nanti akan punah. Disebabkan hampir tidak ada lagi yang berminat untuk menjadi Palamutan ( orang yang bercerita lamut ), dan tidak ada yang peduli dari masyarakat banjar itu sendiri, lembaga atau instansi senibudaya untuk melestarikian kehidupan Lamut yang semakin PengertianPuisi Lama, Ciri-Ciri, Jenis dan Contohnya Paling Lengkap. By admin Posted on June 1, 2022. Puisi Lama – Puisi menjadi salah satu media yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Pesan yang disampaikan berupa nasihat atau ungkapan pribadi seseorang terhadap orang lain. Pada umumnya puisi sering berisi kata-kata indah yang disusun Makadari itu puisi sebagai wujud penggunaan bahasa dan sebagai sebuah wujud seni yang memiliki kualitas estetika (keindahan). Jika ditelusuri jejaknya jauh sebelum kita mengenal puisi komtemporer masa kini, dulu puisi telah banyak dibuat dengan berbagai bentuk dan kaidah. Bentuk puisi tersebut sekarang disebut dengan puisi lama. 17 Sastra mrupakan sentuhan kesucian, keluasan pandangan, dan bentuk yang mempesona. 18. Sastra adalah ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, keyakainan dalam suatu bentuk gambaran kongkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa. KalianTau Blog adalah sesuatu yang sudah tidak asing lagi Di Telinga Kita Terutama untuk kalangan pelajar maupun umum. Berbagai macam kreatifitas bisa di tuangkan di blog seperti menulis pantun, puisi, Karya Ilmiah, resensi novel, komik berserial, dan berbagai macam hal dapat di tulis dan di publikasikan agar orang lain dapat membaca juga Selainulet sebagai seorang wartawan muda, Soewardi Soerjaningrat juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Sejak berdirinya Boedi Oetomo (BO) tahun 1908, ia aktif pada seksi propaganda untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia. Sewaktu pemerintah Hindia Belanda berniat mengumpulkan sumbangan dari warga pribumi, 13Bab 1 Pengalaman Dalam puisi di atas, penyair bukan saja menulis bentuk puisi baru, melainkan isinya juga menunjukkan keinginan yang kuat untuk memberontak terhadap bentuk pantun dan syair. Namun, pembaruan yang dilakukan oleh Rustam Effendi belum tuntas. Rima akhir mirip dengan pantun. Iramanya masih irama puisi lama. 2. cijVbP. Jenis-Jenis Puisi Lama – Dalam materi mata pelajaran Bahasa Indonesia, pasti sering membahas mengenai puisi. Puisi adalah salah satu jenis karya sastra yang diminati oleh banyak orang. Karya sastra puisi tersebut telah berkembang dari zaman dahulu hingga sekarang. Maka dari itu, terdapat puisi lama dan puisi baru. Puisi lama umumnya diciptakan oleh nenek moyang untuk tujuan hiburan dan pasti mengandung nasihat bagi pembaca sekaligus pendengarnya. Puisi lama atau dapat juga disebut sebagai puisi rakyat tentu saja memiliki perbedaan dengan puisi baru. Lalu, apa saja ya jenis-jenis dari puisi lama itu? Bagaimana perbedaan dari puisi lama dengan puisi baru? Yuk simak penjelasan mengenai puisi lama berikut ini! Pengertian Puisi LamaCiri-Ciri Puisi LamaJenis Puisi Lama1. Pantun2. Syair3. Gurindam4. Karmina5. Talibun6. Seloka7. MantraKaidah Kebahasaan dalam Puisi Lama Puisi lama adalah jenis dari karya sastra puisi yang diciptakan oleh nenek moyang sejak zaman dahulu. Dalam puisi lama biasanya terikat pada baris, bait, rima, irama, dan belum terpengaruh oleh budaya asing. Maka dari itu, penciptaan puisi lama akan terikat oleh berbagai aturan. Aturan-aturan tersebut adalah Terdapat persajakan atau rima. Rima adalah pengulangan bunyi yang terdapat dalam larik sajak. Jumlah kata dalam 1 baris. Jumlah baris dalam 1 bait. Bait adalah satu kesatuan puisi yang terdiri atas beberapa baris. Banyak suku kata dalam setiap barisnya. Adanya irama pergantian kesatuan bunyi. Penciptaan puisi lama biasanya dipengaruhi oleh adanya tradisi keagamaan dan kebudayaan tertentu. Sama halnya dengan karya sastra lain, puisi lama juga memuat pesan-pesan kehidupan yang bermanfaat bagi pembaca atau pendengarnya. Ciri-Ciri Puisi Lama Anonim tidak diketahui siapa pengarangnya Disampaikan dari mulut ke mulut sastra lisan Terikat adanya aturan, mulai dari jumlah baris dalam setiap bait, jumlah suku kata, hingga rima Gaya bahasanya tetap statis dan klise Isinya fantastis dan bertema istana sentris Jenis Puisi Lama 1. Pantun Grameds pasti tahu apa itu pantun! Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, biasanya kita akan mendapatkan materi mengenai pantun dan penugasan membuat sebuah pantun dengan tema tertentu. Pantun adalah puisi lama yang mempunyai sajak a-b-a-b pada baitnya. Setiap bait terdiri atas 4 baris dengan setiap barisnya terdiri dari 8-12 suku kata. Pada 2 baris awal disebut dengan sampiran, sementara pada 2 baris akhir adalah isi. Jenis puisi lama tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dengan sebutan yang berbeda-beda. Di Jawa, masyarakat menyebutnya dengan parikan. Di Sunda, masyarakat menyebutnya dengan susualan. Sementara di Aceh, masyarakat menyebutnya dengan Rejong. Pantun dapat dikategorikan berdasarkan isinya, misalnya pantun anak-anak, pantun agama atau pantun nasihat, pantun jenaka, dan pantun muda-mudi. Nah, berikut adalah contoh dari pantun. Ada pepaya ada mentimun a Ada mangga ada salak b Daripada duduk melamun a Lebih baik membaca sajak b 2. Syair Kata “syair” ini berasal dari bahasa Arab, yakni “Syi’ir” yang berarti “perasaan yang menyadari”, kemudian berkembang menjadi “Syi’ru” yang berarti “puisi dalam pengetahuan umum”. Jenis puisi lama ini berasal dari Persia yang kemudian dibawa ke Indonesia bersamaan dengan masuknya agama Islam ke Nusantara. Namun, seiring perkembangan, syair berubah menjadi sastra klasik Melayu, yang saat ini tengah mendekati kepunahan. Dalam sebuah syair, biasanya menggunakan sajak a-a-a-a dan berisikan mengenai nasihat atau cerita seorang tokoh besar. Syair biasanya diawali dengan beberapa kata yang klise, misalnya “Pada zaman dahulu kala…”, ”Tersebutlah sebuah cerita mengenai negeri yang aman sentosa…”, dan lain-lain. 3. Gurindam Gurindam adalah jenis puisi lama yang pertama kali dibawa oleh orang Hindu sekaligus mendapat pengaruh dari sastra Hindu, kira-kira pada tahun 100 Masehi. Gurindam adalah salah satu bentuk puisi Melayu lama yang terdiri atas dua baris kalimat dengan irama akhir yang sama a-a-a-a. Sama halnya dengan jenis puisi lama lainnya, gurindam juga berisikan mengenai nasihat bagi pembaca atau pendengarnya. Contoh gurindam Kurang pikir kurang siasat a Tentu dirimu akan tersesat a Barang siapa tinggalkan sembahyang b Bagai rumah tiada bertiang b Jika suami tidak berhati lurus c Istri pun kelak akan kurus c 4. Karmina Karmina dapat disebut juga sebagai pantun kilat karena kurang lebih sama dengan pantun, tetapi lebih pendek. Karmina hanya mempunyai dua baris saja dan bersajak a-a. Baris pertama disebut dengan sampiran, dan baris kedua disebut dengan isi. Sebuah karmina memiliki ciri-ciri sebagai berikut Bersajak a-a, a-b Mengisahkan seorang pahlawan epik Mengandung dua hal yang bertentangan, yaitu rayuan dan perintah. Contoh karmina Sebab pulut santan binasa Sebab mulut badan binasa 5. Talibun Talibun merupakan pantun yang dalam setiap baitnya, terdiri atas jumlah baris yang genap, misalnya 6,8, atau 10 baris. Dalam sebuah talibun, terdapat ciri-ciri sebagai berikut Jumlah baris harus lebih dari 4 baris dan genap, misalnya 6, 8, atau 10 baris dalam setiap bait. Jika satu bait terdiri atas 6 baris, maka tiga baris awal adalah sampiran dan tiga baris akhir adalah isi. Apabila satu bait terdiri atas 6 baris, maka sajaknya adalah a-b-c-a-b-c Apabila satu bait terdiri atas 8 baris, maka sajaknya adalah a-b-c-d-a-b-c-d Contoh talibun Kalau anak pergi ke pekan a Yu beli belanak pun beli sampiran b Ikan panjang beli dahulu c Kalau anak pergi berjalan a Ibu cari sanak pun cari isi b Induk semang cari dahulu c 6. Seloka Seloka adalah salah satu jenis puisi lama yang hampir sama dengan pantun dan disebut juga dengan pantun berkait. Pada baitnya akan terdapat keterkaitan. Misalnya pada baris kedua bait pertama menjadi baris pertama bait kedua dan baris keempat bait pertama menjadi baris ketiga bait kedua. Meskipun begitu, akhiran bunyi atau rima haruslah sama. Contoh seloka Lurus jalan ke Payakumbuh Kayu jati bertimbal jalan Dimana hati tak akan rusuh Ibu mati bapak berjalan Kayu jati bertimbal jalan Turun angin patahlah dahan Ibu mati bapak berjalan Kemana untuk diserahkan 7. Mantra Mantra adalah salah satu karya sastra Melayu yang isinya dianggap memiliki kekuatan gaib. Kekuatan gaib ini disebut-sebut dapat menyembuhkan penyakit atau mendatangkan celaka bagi seseorang. Maka dari itu, untuk masyarakat Melayu, keberadaan mantra ini tidak hanya sekadar karya sastra saja tetapi juga berkaitan dengan adat kepercayaan. Mantra dapat juga disebut sebagai doa sakral yang mengandung kekuatan gaib dan dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempermudah dalam meraih sesuatu dengan jalan pintas. Meskipun begitu, mantra sejatinya adalah karya sastra lisan yang diciptakan oleh nenek moyang dan telah menjadi budaya Nusantara. Sebuah mantra umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut, Mempunyai rima a-b-c-a-b-c, a-b-c-d-a-b-c-d, a-b-c-d-e a-b-c-d-e Bersifat lisan Diyakini memiliki kekuatan sakti atau magis Terdapat perulangan Memiliki majas metafora Bersifat esoferik bahasa khusus antara pembicara dengan lawan bicara Misterius Lebih bebas dibandingkan puisi lama lainnya dalam suku kata, baris, dan sajak Contoh mantra Assalamualaikum putri satulung bersar Yang beralun berilir simayang Mari kecil, kemari Aku menyanggul rambutmu Aku membawa sadap gading Akan membasuh mukamu Kaidah Kebahasaan dalam Puisi Lama Dalam kaidah kebahasaan yang terdapat pada puisi lama umumnya adalah mengandung majas atau bahasa kiasan. Penggunaan majas ini diyakini dapat membuat baris dan bait dalam puisi lama menjadi lebih “hidup” dan merangsang pembaca. Jenis bahasa kiasan yang digunakan ada berbagai macam, yakni Metafora Alegori Perumpamaan Personifikasi Sinekdok Metonimia Perumpamaan epos Simile Selain itu, dalam puisi lama sering menggunakan pilihan kata yang menciptakan efek estetis atau keindahan. Maka dari itu, pilihan kata dan rangkaian kata yang bergaya menjadi unsur penting dalam penciptaan sebuah puisi lama. Nah, itulah jenis, pengertian, ciri, contoh, dan kaidah kebahasan dari puisi lama. Sebagai generasi muda yang hidup di era digital seperti ini tidak lantas membuat kita melupakan keberadaan puisi lama. Justru, kita harus melestarikan keberadaan puisi lama sebagai karya sastra peninggalan nenek moyang karena mengandung banyak makna serta nasihat bagi kehidupan sehari-hari. Sumber Akmal. 2015. Kebudayaan Melayu Riau Pantun, Syair, Gurindam. Jurnal RISALAH, Vol 26 4. Humaeni, Ayatullah. 2014. Kepercayaan Kepada Kekuatan Gaib Dalam Mantra Masyarakat Muslim Banten. El Harakah, Vol 161. ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien Cermatilah tema karya tulis ilmiah berikut!Kaidah penulisan pantun sebagai puisi lama di kalangan para belakang berikut ini yang tidak sesuai dengan tema karya tulis tersebut adalah ....A. Banyak ditemukan bentuk-bentuk pantun yang tidak memenuhi aturan yang Pantun sekarang tidak lagi dikenal masyarakat, terutama kaum Acara "Berbalas Pantun" di televisi ternyata peminatnya sangat Banyak dijumpai pantun baru hasil ciptaan para remaja yang Banyak lagu yang syairnya ternyata berbentuk belakang diatas lebih menunjukan bagaimanakah pantun dikalangan anak muda. Jadi jawaban yang tidak sesuai adalah pilihan C. Karena latar belakang tersebut tidak membahas acara C Pengertian Pantun dan Contohnya – Halo sobat rindu, dan teman-teman kita yang sangat suka dunia sastra terutama puisi. Pada posting sebelumnya kita telah membahas tentang salah satu jenis puisi lama, yaitu mengenal lebih dekat tentang syair. Kali ini, saya akan mengulas lebih tentang salah satu jenis puisi lama lainnya. Yaitu pantun. Dimana pantun ini sebenarnya sudah sangat digemari oleh masyarakat terutama pantun pendek dan pantun jenaka yang acapkali digunakan di sela-sela percakapan untuk mencairkan dan mengakrabkan suasana. Definisi dan Pengertian Pantun Pantun adalah salah satu bentuk atau jenis dari puisi lama yang tersusun dari empat baris larik, tersusun dari irama silang yang indah yaitu a-b-a-b dan selain itu didalamnya biasanya terkandung makna yang penting yang ingin disampaikan pembuatnya. Pantun sendiri sebenarnya berasal dari bahasa jawa kuno yaitu “tuntun” dimana artinya adalah mengatur atau juga menyusun. Awal mula adanya pantun diungkapkan secara lisan dari mulut ke mulut untuk menyebarkan pesan yang tersirat. Namun seiring berkembangnya zaman, pantun sekarang banyak diabadikan dengan media tertulis juga. Selain itu, pantun merupakan karya yang sangat begitu masyarakat dan juga biasa digunakan oleh kita dalam mendidik dan juga menegur secara halus kepada orang lain. Karena itulah pantun disusun dengan kata-kata yang menarik sedemikian rupa sehingga tidak membuat para pembaca dan penikmat pantun menjadi bosan atau juga tersinggung. Sejarah Pantun Pantun merupakan bentuk sastra lisan yang mulai dibukukan untuk pertamakalinya oleh Haji Ibrahim Datuk Kaya Muda Riau. Dia adalah seorang sastrawan yang hidup satu zaman dengan Raja Ali Haji. Pada saat itu tercipta antologi pantun pertama kali yang mempunyai judul Perhimpunan Pantun-Pantun Melayu. Namun sebelum itu, pantun sebenarnya mulai dikenal terutama di sejarah masyarakat Melayu dan popular di hikayat-hikayat yang sejaman dengan syair seperti syair Ken Tambunan dimana dulu pembacaannya dinyanyikan seperti membaca puisi. Dan pada akhirnya, puisi jenis pantun ini menjadi salah satu budaya orang melayu sampai sekarang yang perlu dilestarikan. Karena selain indah dan enak juga untuk didengar. Sastra lisan yang terkandung di dalamnya bisa fleksifel baik itu untuk penyampaian resmi atau bisa menjadi bahan bercandaan. Manfaat dan Fungsi Pantun Mengenal fungsi pantun, sebenarnya ada begitu banyak manfaat yang bisa kita ambil dari penciptaan dan penggunaan pantun ini. Mungkin banyak orang yang menganggap pantun hanya sebagai bagian karya sastra tertulis, namun sebenarnya begitu banyak fungsi dan manfaat yang bisa kita temui di kehidupan sehari-hari. Beberapa fungsi pantun diantaranya adalah sebagai berikut Manfaat dan Fungsi Pantun sebagai Pemelihara Bahasa Pertama adalah manfaat dan fungsi pantun yang dapat digunakan untuk memelihara bahasa baik itu bahasa daerah atau bahasa nasional kita. Dimana pantun disini bisa menjaga antara fungsi kata satu dengan yang lainnya. Selain itu juga pantun mampu menjaga terhadap alur atau cara berfikir seseorang. Karena dengan menggunakan pantun, seseorang akan berfikir tentang makna yang terkandung dahulu sebelum mengungkapkannya kepada pendengar. Selain itu pantun dapat membuat seseorang berfikir secara asosiatif dimana mereka akan selalu berfikir bahwa kata-kata yang di dalam pantun tersebut mempunyai kaitan antara makna yang satu dengan makna yang lainnya. Manfaat dan Fungsi Pantun sebagai Persatuan Masyarakat dan Bangsa Jangan heran dengan fungsi yang satu ini. Manfaat dan fungsi pantun jika dipandang secara sosial sendiri dapat mempunyai beberapa yang cukup penting terutama di dalam upaya kita menjalin kekerabatan atau hubungan pergaulan dengan orang lain, bahkan sampai sekarang masih digunakan. Contohnya saja jika ada acara perkawinan di adat Betawi dimana dengan berpantun antara pihak laki-laki dan perempuan, dipercaya akan meningkatkan rasa kekeluargaan diantara mereka. Manfaat dan Fungsi Pantun sebagai Pendukung Status Sosial Hal tersebut juga membuat seseorang atau kalangan pemuda yang bisa berpantun menjadi begitu dihargai di masyarakat. Selain membuktikan bahwa dia mempunyai kecepatan dalam berpikir saat menyusun kata-kata yang saling berhubungan tersebut, mereka juga merupakan generasi yang ramah dan mudah beradaptasi dengan masyarakat sekitarnya. Ciri-ciri pantun agak berbeda dengan puisi walaupun pantun sebenarnya merupakan bagian dari puisi lama. Namun ada beberapa ciri khusus yang menandakan bahwa karya sastra tersebut termasuk jenis pantun. Diantara ciri-ciri pantun tersebut adalah sebagai berikut Pantun mempunyai bait dimana pada setiap bait pada pantun tersusun oleh baris. Dan untu satu bait terdiri dari 4 baris. Setiap baris pada pantun terdiri dari 8 sampai 12 suku kata. Dan untuk setiap baris terdiri dari 4-6 kata. Setiap bait pantun mempunyai sampiran dan isi. Baris pertama dan kedua kita sebut dengan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi pantun. Untuk penyusunan yang lebih baik, kata-kata yang berada pada sampiran merupakan cerminan atau maksud yang ingin disampaikan. Pantun mempunyai sajak a-b-a-b atau juga a-a-a-a- tidak bisa menggunakan a-a-b-b atau sajak lain. Namun secara sederhana, ciri pantun menurut Abdul Rani 200623, beliau mengatakan bahwa ciri-ciri lebih sederhana dari pantun adalah Pantun tersusun dari empat baris Untuk tiap baris tersusun dari 9 sampai 10 kata Untuk dua baris pertama biasa disebut sampiran sedangkan untuk dua baris berikutnya bisa kita sebut isi dimana disini akan berisi maksud dari si pemantun membacakan pantunnya. Kaidah Penulisan dan Pembacaan Pantun Setelah kita mengenal apa itu pantun beserta ciri-cirinya diatas. Kita juga perlu belajar tentang penyusunan dan penulisan tentang pantun. Terutama bagi kamu yang menyukai dunia sastra, kaidah penulisan pantun ini sangat diperlukan agar memperindah penyusunannya serta mempermudah kita dalam menyampaikan maksud dan tujuan lewat bahasa pantun. Kaidah penulisan pantun yang harus kamu ketahui adalah sebagai berikut Diksi pilihan kata yang tepat dan cocok dalam penggunaannya guna menyampaikan gagasan sehingga diperoleh dampak tertentu seperti yang diharapkan. Bahasa kiasan bahasa yang digunakan pelantun untuk menunjukkan makna secara tidak langsung. Umumnya berupa peribahasa/ungkapan. Imaji penggambaran yang diciptakan oleh pelantun secara tidak langsung. Sehingga seolah-olah digambarkan dalam teks pantun dapat dilihat imaji visual, didengar imaji auditif, atau dirasa imaji taktil. Bunyi umumnya muncul dari kiasan, imaji, serta diksi yang diciptakan ketika menuturkan pantun. Biasnya ada unsur rhyme rima dan rhytm ritme. Guna memperindah pantun dan lebih mudah mengingat. Dengan mengikuti kaidah diatas baik untuk pembacaan atau penciptaan pantun. Kamu akan bisa menciptakan pantun yang menarik dan sesuai dengan apa yang akan disampaikan. Jenis dan Macam Pantun Ada beberapa jenis pantun yang ada dimana pantun tersebut digolongkan sesuai dengan fungsi, penggunaan, isi dan pengelompokan tergantung siapa yang sedang memantunkan. Jenis-jenis pantun tersebut diantaranya adalah sebagai berikut. Pantun Anak-Anak Jenis pantun yang pertama adalah pantun anak. Pantun ini isinya khusus, yaitu tentang dunia anak-anak. Isi yang terkandung di dalamnya biasanya lebih mudah dipahami karena tujuan penyampaiannya ke anak kecil. Pantun ini biasanya dicari dan dipelajari oleh guru atau anak TK, SD, SMP dan setingkat baik itu untuk keperluan mengerjakan PR pekerjaan rumah atau juga untuk belajar dalam membaca dan membuat pantun Contoh Pantun Anak-Anak Berikut adalah contoh pantun yang termasuk dalam kategori pantun anak Lebat daun bung di tanjung sampiran Berbau harum bunga cempaka sampiran Adat dijaga pusaka dijunjung isi Baru dipelihara adat pusaka isi Bukan lebah sembarang lebah sampiran Lebah bersarang di buku buluh sampiran Bukan sembah sembarang sembah isi Sembarang bersarang jari sepuluh isi Pantun Jenaka Jenis pantun yang kedua adalah pantun jenaka. Pantun ini merupakan pantun yang populer baik dikalangan anak muda sampai dewasa karena sering dijumpai dan digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Pantun jenaka sendiri mempunyai tujuan yang cukup dinanti oleh para pendengarnya, yaitu untuk menghibur para pendengar dan penikmat pantun. Contoh Pantun Jenaka Berikut adalah contoh-contoh pantun jenaka yang bisa coba kamu gunakan di lingkunganmu. Dimana kuang hendak bertelur sampiran Di atas lata dirongga batu sampiran Dimana tuan hendak tidur isi Di atas dada dironggah susu isi Pohon manggis di tepi rawa sampiran Tempat nenek tidur beradu sampiran Sedang menanggis nenek tertawa isi Melihat kakek bermain gundu isi Pantun Nasehat Ketiga adalah jenis pantun nasehat. Pantun nasehat ialah pantun yang isinya menjelaskan tentang kebaikan. Biasanya digunakan untuk menasehati seseorang atau suatu kebiasaan tertentu yang buruk. Pantun ini biasanya terdapat sendi kebaikan, nasehat, anjuran, atau juga himbauan. Contoh Pantun Nasehat Beberapa contoh berikut ini adalah contoh pantun nasehat yang bisa kamu gunakan sebagai contoh atau sebagai bahan belajar. Kelapa gading buahnya banyak sampiran Lebat berjulai di pangkal pelepah sampiran Bila berunding sesama bijak isi Kusut selesai, sengketa pun sudah isi Apalah tanda kayu meranti sampiran Kayunya rampak melambai angin sampiran Apalah tanda melayu sejati isi Ilmuya banyak, belajarpun rajin isi Pantun Teka-Teki Jenis Pantun berikutnya adalah pantun teka-teki. Pantun ini biasanya berisikan dengan sebuah teka-teki atau tebakan. Dan pantun ini biasanya memerlukan jawaban agar teka-teki yang disampaikan menjadi terjawab. Contoh Pantun Teka-Teki Berikut ini adalah contoh pantun teka-teki yang bisa menjadi rekomendasi atau juga contoh untuk belajar pantun ini. Kalau tuan bawa keladi Bawakan juga si pucuk rebung Kalau tuan bijak bestari Binatang apa tanduk di hidung Tugak padi jangan bertangguh Kunyit kebun siapa galinya Kalau tuan cerdik sungguh Langit tergantung mana talinya Pantun Cinta atau Kasih Sayang Jenis pantun berikutnya adalah pantun cinta dan atau kasih sayang. Pantun ini biasanya berisikan tentang pengungkapan perasaan atau juga biasa digunakan sebagai sarana perkenalan antara muda mudi. Contoh Pantun Cinta atau Kasih Sayang Berikut ini adalah beberapa contoh pantun cinta atau kasih sayang yang bisa kamu jadikan contoh untuk bahan belajar atau pembuatan pantun cinta. Jelatik burung di awan sampiran Selasih di atas peti sampiran Sudah cantik bersama padan isi Kasih tersangkut di dalam hati isi Anak lintah banyak bersua sampiran Lintah melilit batang padi sampiran Peluk cium kita berdua isi Tandanya cinta dalam hati isi Pantun Adat Istiadat Jenis pantun berikutnya adalah pantun adat istiadat. Pantun ini isinya mengandung pengungkapan terhadap adat istiadat atau budaya pada suatu daerah tertentu. Pada setiap daerah, pantun ini isinya akan cukup berbeda tergantung budaya pada lingkungan masyarakat tersebut. Contoh Pantun Adat Istiadat Berikut ini adalah contoh contoh pantun adat istiadat. Kamu bisa memakainya, menggunakannya atau menjadikan ini sebagai pijakan dalam pembuatan pantun adat istiadat yang ingin kamu buat. Lebat daun bung di tanjung sampiran Berbau harum bunga cempaka sampiran Adat dijaga pusaka dijunjung isi Baru dipelihara adat pusaka isi Bukan lebah sembarang lebah sampiran Lebah bersarang di buku buluh sampiran Bukan sembah sembarang sembah isi Sembarang bersarang jari sepuluh isi Sebenarnya masih banyak lagi jenis dan contoh pantun yang bisa kita pelajari, namun untuk saat ini saya menulis beberapa jenis dan contoh pantun yang biasanya menjadi populer di kalangan masyarakat. Sedangkan untuk lain waktu akan saya update secara perlahan. Itulah ulasan kita tentang pantun kali ini. Baik itu tentang pengertian pantun baik itu pengertian, ciri-ciri, struktur, kaidah penulisan, dan juga jenis dan contoh pantun. Semoga artikel ini bermanfaat. Jangan lupa untuk selalu mengembangkan karya sastra kita.